Dasar Hukum Zakat Mal dan Jenis Harta yang Wajib Dizakatkan


Membayar zakat mal terkadang dilupakan oleh umat muslim yang tergolong mampu. Padahal dasar hukum zakat mal adalah wajib dibayarkan selain zakat fitrah bagi setiap muslim yang mampu. Keutamaan membayar zakat mal adalah untuk mensucikan harta. Harta yang dimaksud adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki dan dapat digunakan atau dimanfaatkan. Harta yang perlu memiliki wujud yang dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dan dikuasai. Kemudian harta tersebut dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya, misalnya ternak, hasil pertanian, mobil, rumah, uang, emas, dan sebagainya. Dalam hal pelayanan pembayaran zakat mal, Global Zakat dapat menjadi pilihan terbaik karena prosesnya yang sangat mudah dan berbasis online sehingga dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Global Zakat juga melayani konsultasi zakat secara online melalui website yang langsung dijawab oleh ustadz, sehingga akan meningkatkan pemahaman mengenai zakat. Selain itu, untuk memudahkan perhitungan besarnya nilai harta yang wajib dizakatkan juga dapat dilakukan melalui website Global Zakat berdasarkan besarnya nilai kekayaan yang dimiliki. Oleh sebab itu, menggunakan Global Zakat akan membuat kegiatan berzakat menjadi lebih praktis.



Ada beberapa pilihan jenis zakat mal tawarkan oleh Global Zakat, yaitu zakat profesi, zakat perniagaan, zakat peternakan dan pertanian, serta zakat hadiah. Sementara itu, syarat kekayaan yang wajib dizakatkan yaitu harus merupakan harta yang dimiliki secara penuh dan manfaatnya pun dapat diambil secara penuh, misalnya usaha, warisan, hadiah, dan sebagainya. Kemudian harta yang dimiliki sudah mencapai jumlah tertentu atau cukup nishab, serta pemilikan harta sudah berlalu selama satu tahun. Selain itu, harta yang dimiliki memiliki potensi dapat berkembang atau bertambah jika diusahakan. Apabila memiliki hutang dan harus dibayarkan bersamaan pada saat harus membayar zakat, maka akan mengurangi nishab, sehingga harta tersebut tidak perlu dizakatkan. Syarat lainnya dalam dasar hukum zakat mal yaitu harta yang dimiliki termasuk sudah lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, misalnya biaya pakaian, rumah, pendidikan, kesehatan, dan tentunya belanja sehari-hari. Apabila seluruh syarat tersebut sudah terpenuhi, maka dasar hukum zakat mal adalah wajib.

Terdapat beberapa bentuk atau jenis harta yang wajib dizakatkan yaitu emas dan perak, baik dalam berupa uang, leburan logam, souvenir, maupun bentuk lainnya. Selain itu, dalam jenis binatang ternak yang meliputi sapi, kerbau, unta, kambing, domba, bahkan ayam, itik, dan burung. Ada pula dalam bentuk hasil pertanian seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, dan lain-lain. Apabila dalam bentuk perniagaan, jenis barang yang harus dizakatkan bisa berupa alat-alat, pakaian, perhiasan, makanan, dan lain-lain. Harta terpendam atau harta karun serta hasil tambang yang bernilai ekonomi seperti batu-bara, minyak bumi, emas, gas, perak, emas, tembaga, giok, dan lain-lain yang dimiliki juga harus dizakatkan sesuai dengan dasar hukum zakat mal.

Comments